Connect with us

BPD Bali Boyong Infobank Top BUMD 2022

Perbankan

BPD Bali Boyong Infobank Top BUMD 2022

Solo – PT Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) berhasil membawa pulang piagam Infobank Top BUMD 2022, pada Rabu, 25 Mei 2022, di Hotel Alila Solo. Piagam tersebut diberikan berkat predikat “The Best” yang diraih BPD Bali dalam rating BUMD Keuangan 2022 yang dilakukan Biro Riset Infobank (birI).

Rating BUMD Keuangan 2022 ini mencakup penilaian terhadap bank pembangunan daerah (BPD), bank perkreditan rakyat (BPR), dan bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS). Terdapat 20 BPD, 5 BPRS, dan 50 BPR, yang meraih predikat “The Best” pada Rating BUMD Keuangan Infobank 2022. Secara penilaian, rating BUMD Keuangan ini berbeda dengan rating bank dan BPR yang biasa dibuat Infobank setiap tahun. Pembeda utamanya terletak pada bahan baku rating, atau laporan keuangan masing-masing bank.

Jika rating bank dan BPR menggunakan data hingga Desember tahun terakhir, maka pada rating BUMD Keuangan, laporan keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan per September atau triwulan ketiga tahun terakhir. Rating BUMD Keuangan ini menerapkan lima tahapan dalam menentukan pemenang kategori.

Kelima tahapan besar itu, yakni menentukan formula rating berdasarkan perkembangan industri dan kebijakan regulator, mengumpulkan data berdasarkan periode kinerja September 2020 hingga September 2021, mengolah angka-angka dengan berbagai rasio, mengelompokkan bank-bank sesuai besaran aset, dan pemberian notasi akhir untuk pemberian predikat. Pemberian notasi hanya untuk memudahkan pembaca. Karena bagi Biro Riset Infobank (birI), yang utama adalah predikat, dan bukan nomor urut.

Biro Riset Infobank mencatat terjadi pertumbuhan 7,97% secara tahunan untuk total aset per September 2021. Sementara modal intinya tercatat naik sebesar 4,05% secara tahunan, dana pihak ketiganya sebesar 4,90%, dan pertumbuhan kredit sebesar 7,50%.

Pertumbuhan-pertumbuhan ini berlanjut hingga akhir tahun 2021. Sepanjang tahun 2021, lembaga bank yang dipimpin oleh I Nyoman Sudharma ini, mencetak laba sebelum pajak sebesar Rp549,15 miliar atau tumbuh 5,24% secara tahunan. Total asetnya juga tumbuh 10,73% secara tahunan, didukung pertumbuhan penyaluran kredit dan dana pihak ketiga (DPK), yang masing-masing sebesar 3,54% dan 8,98% secara tahunan.

BPD Bali berencana akan terus mengembangkan strategi untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital, dan meningkatkan akses digital serta partisipasi bagi market UMKM di Bali. Hal ini juga dalam rangka mendukung pemulihan pariwisata dan ekonomi.

 

Penulis: Steven Widjaja

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Perbankan

Most Popular

To Top