Lianny Kosasih Buka Jalan Perempuan ke Puncak Pimpinan

Highlight:

  • Lianny Kosasih, Direktur Maximus Insurance, dinobatkan sebagai The Most Outstanding Women in Environment 2026 oleh Infobank.
  • Kepemimpinan berbasis empati dan pendekatan “keibuan” jadi kunci membangun lintas generasi di dunia kerja.
  • Literasi dan perubahan mindset perempuan daerah menjadi tantangan besar menuju kesetaraan dan kepemimpinan perempuan.

Solo, Jawa Tengah- Semangat Kartini terasa hidup di Wisma Batari, Solo, Jumat malam ini, (17/4/2026). Bukan sekadar seremoni, melainkan panggung nyata bagi perempuan-perempuan yang menembus batas.

Di antara mereka, nama Lianny Kosasih mencuat. Ia adalah Direktur Maximus Insurance yang resmi dinobatkan sebagai “The Most Outstanding Women in Environment 2026” oleh Infobank.

Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan atas jabatan, melainkan perjalanan panjang yang dibangun dari ketekunan, empati, dan keberanian menembus dominasi industri keuangan.

Bagi Lianny, Kartini masa kini bukan hanya tentang kesetaraan, tapi tentang membuka jalan bagi perempuan lain untuk naik kelas, dari staf menjadi pemimpin.

“Pemberdayaan wanita itu bukan tugas satu instansi saja, tapi harus dari keseluruhan. Kalau semua bergerak bersama, tugas itu jadi lebih ringan dan dampaknya lebih besar,” ujarnya.

Di Maximus Insurance, Lianny tidak berhenti pada capaian pribadi. Ia justru mendorong perubahan sistemik menciptakan ruang bagi perempuan untuk tumbuh dan naik ke level kepemimpinan.

Baginya, keberhasilan sejati adalah ketika lebih banyak perempuan bisa menyusul, bahkan melampaui.

“Saya ingin di Maximus Insurance, perempuan bisa berkembang step-by-step. Tidak berhenti di staf, tapi suatu saat bisa menggantikan pimpinan yang ada sekarang,” ucapnya.

Pendekatan kepemimpinannya pun tak konvensional. Di tengah perbedaan generasi mulai dari Gen Z hingga baby boomer Lianny mengandalkan kombinasi ketegasan dan empati. Untuk generasi muda, ia memilih pendekatan “keibuan” yang lebih membangun kedekatan emosional.

“Untuk Gen Z, saya ambil pendekatan lebih ke ibuan. Supaya mereka merasa diarahkan, bukan diperintah. Tapi tetap, ketegasan itu perlu, walaupun kita mengedepankan asih, asah, dan asuh,” ungkapnya.

Perjuangan yang Belum Usai

Di balik capaian itu, Lianny melihat tantangan yang jauh lebih besar, terutama di luar kota-kota besar. Mindset lama yang masih membatasi perempuan, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah serius.

“Di daerah, masih ada pola pikir setelah lulus SMA, menikah, selesai. Ini yang harus diubah. Makanya literasi itu penting. Dan perlu peran banyak pihak untuk masuk dan mengubah cara pandang tersebut,” tegasnya.

Baginya, perubahan tidak bisa instan. Dibutuhkan pendekatan yang menyentuh langsung masyarakat, sekaligus dukungan dari pemimpin di tingkat pusat hingga daerah.

Ia percaya, generasi muda, khususnya Gen Z punya peluang besar untuk memutus rantai pola pikir lama itu.

Di sisi lain, Lianny juga membuktikan bahwa perempuan bisa menjalankan banyak peran sekaligus. Karier, keluarga, hingga pendidikan tetap berjalan beriringan.

Bahkan di tengah kesibukannya sebagai direktur, ia masih mengejar pendidikan S2 demi melanjutkan ke S3.

“Belajar itu tidak mengenal usia. Jangan sampai di titik tertentu kita menyesal karena tidak memanfaatkan waktu dengan baik,” ujarnya.

Sebagai sosok leader ia berpesan kepada Kartini muda agar jangan berhenti belajar dan jangan takut bermimpi besar. Karena bagi Lianny, menjadi perempuan berarti siap mengambil peran lebih untuk diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat luas.

Karier yang Ditempa Waktu, Bukan Kebetulan

Lianny Kosasih resmi dinobatkan sebagai The Most Outstanding Women in Environment 2026. Pengakuan itu terasa solid, berdiri di atas fondasi karier yang tidak dibangun dalam semalam.

Lahir di Jakarta, 14 Juni 1970, Lianny telah menghabiskan sebagian besar hidup profesionalnya di industri asuransi umum. Seperti diketahui, sektor ini menuntut ketelitian, ketegasan, sekaligus daya tahan tinggi.

Sebelum bergabung dengan PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk pada April 2022, ia menapaki karier di sejumlah perusahaan besar seperti PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Mitsui Marine Indonesia, PT Asuransi MSIG Indonesia, PT Asuransi Himalaya Pelindung, hingga PT Asuransi AXA Indonesia.

Jejak itu membentuknya sebagai sosok dengan jam terbang tinggi, yang paham betul dinamika risiko dan strategi di industri asuransi.

Posisi terakhirnya sebelum masuk ke Maximus pun bukan peran sembarangan.

Ia menjabat sebagai Underwriting General Manager di PT Great Eastern General Insurance Indonesia, posisi kunci yang mengasah ketajaman analisis sekaligus kepemimpinan.

Pengalaman lintas perusahaan inilah yang kemudian menjadi modal kuat saat ia dipercaya menduduki kursi direktur di Maximus Insurance. (*) Ranu Arasyki Lubis

Lianny Kosasihmaximus insurance
Comments (0)
Add Comment