Kinerja Keuangan Kuat, Bank Sultra Dinobatkan BUMD Terbaik oleh The Asian Post

Highlight:

  • The Asian Post BUMD Awards 2026 menobatkan Bank Sultra sebagai BPD berkinerja sangat baik di kategori KBMI 1
  • Laba Bank Sultra mencapai Rp419,6 miliar, tumbuh signifikan 61,38% sejak 2020
  • Kualitas kredit solid dengan NPL hanya 0,89%, jauh di bawah ambang batas regulator

Solo, Jawa Tengah- Bank Sultra kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu motor keuangan daerah dengan kinerja impresif. Dalam ajang The Asian Post BUMD Awards 2026, Bank Sultra dinobatkan sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan Kinerja Sangat Baik Tahun 2025 pada kategori KBMI 1.

Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Chairman Infobank Media Group Eko B. Supriyanto bersama Dewan Pakar Infobank Media Group Sigit Pramono kepada Direktur Utama Bank Sultra Andri Permana Diputra Abubakar dalam seremoni yang digelar di Alila Hotel, Solo, Kamis (16/4/2026).

Capaian ini bukan tanpa dasar. Secara kinerja, Bank Sultra mencatat laba bersih Rp419,6 miliar pada 2025, meningkat dari tahun sebelumnya Rp418,4 miliar.

Jika ditarik lebih panjang, performa bank ini melonjak tajam dengan pertumbuhan laba kumulatif 61,38% sejak 2020. Angka ini mencerminkan konsistensi di tengah tekanan ekonomi.

Dari sisi neraca, total aset Bank Sultra mencapai Rp14,81 triliun, tumbuh 5,03% secara tahunan. Sementara itu, penyaluran kredit menyentuh Rp9,58 triliun, naik 3,25%, dengan dorongan kuat pada sektor produktif. Kredit modal kerja tumbuh 23,50% dan kredit investasi melonjak 37,16%, menegaskan peran intermediasi yang semakin agresif.

Penghargaan ini menjadi semakin relevan jika ditarik ke gambaran besar BUMD nasional. Berdasarkan data The Asian Post, terdapat 1.037 BUMD di Indonesia, namun hanya sekitar 650 BUMD yang mampu mencetak laba positif pada 2024. Artinya, hampir sepertiga lainnya masih bergulat dengan kinerja.

Di tengah kondisi tersebut, sektor keuangan, terutama BPD yang menjadi tulang punggung. Dari total aset BUMD sebesar Rp1.281,55 triliun, sekitar 79,74% dikuasai oleh BPD. Bahkan, kontribusi laba BPD mencapai 49,54% atau sekitar Rp13 triliun dari total laba BUMD nasional.

Kinerja industri ini pun tetap tumbuh. Hingga Oktober 2025, kredit BPD meningkat 2,27% menjadi Rp668,46 triliun, dengan laba tumbuh 1,17% menjadi Rp11,29 triliun.

Di tengah tekanan, BPD terbukti tetap menjadi jangkar stabilitas ekonomi daerah. Dalam konteks inilah, capaian Bank Sultra menjadi menonjol.

Tidak hanya tumbuh, tetapi juga menjaga kualitas. Rasio kredit bermasalah (NPL) berada di level 0,89%, jauh di bawah batas aman regulator sebesar 5%. Ini menunjukkan ekspansi yang dilakukan tetap dalam koridor kehati-hatian.

Transformasi digital turut memperkuat kinerja. Sepanjang 2025, jumlah pengguna Bank Sultra Mobile tumbuh 28,02%, sementara transaksi QRIS melonjak drastis hingga 1.371,73%.

Digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperluas inklusi keuangan hingga ke daerah.

Sebagai bentuk kontribusi terhadap daerah, Bank Sultra juga akan menyalurkan 75% laba sebagai dividen untuk memperkuat APBD.

Dengan kinerja solid, tata kelola kuat, dan strategi ekspansi yang terukur, Bank Sultra tidak sekadar bertahan, tetapi menjadi bagian dari sedikit BUMD yang benar-benar tumbuh dan memberi dampak nyata. (*) Ranu Arasyki Lubis

Andri Permana Diputra Abubakarbank sultraThe Asian Post BUMD Awards 2026
Comments (0)
Add Comment