Iran Najiskan Amerika Pimpin Badan Perdamaian Gaza

Jakarta– Pemerintah Iran bersikap tegas dalam menyikapi Board of Peace (Badan Perdamaian) Gaza bentukan Presiden AS Donald Trump. Menurut Iran, AS tak layak pimpin lembaga itu.

Penegaskan sikap tersebut disampaikan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam acara peringatan Hari Nasional Republik Islam Iran sekaligus Peringatan ke-47 Kemenangan Revolusi Islam Iran di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2) malam.

Boroujerdi menilai, keberpihakan AS terhadap Israel membuat perannya sebagai penengah konflik di Gaza patut dipertanyakan.

“Kami menilai upaya tersebut tidak akan berhasil, karena rezim Zionis Israel merupakan pihak yang melakukan pendudukan wilayah. Rezim tersebut didukung secara terbuka oleh Amerika Serikat,” ujar Boroujerdi.

Menurutnya, posisi mediator harusnya dipegang pihak yang tidak memiliki kepentingan langsung terhadap konflik yang berlangsung.

Proses perdamaian di Gaza, kata dia, seharusnya melibatkan negara atau lembaga internasional yang benar-benar netral.

Dia juga meragukan komitmen Israel dalam menerima berbagai skema penyelesaian konflik, termasuk solusi dua negara.

Presiden Trump meluncurkan inisiatif Board of Peace dalam forum World Economic Forum di Davos, Swiss pada 22 Januari lalu.

Sejumlah negara, termasuk Indonesia, telah menyatakan bergabung dalam dewan tersebut. (DW)

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.