Waduh! Gara-gara Pebisnis China dan Wanita Muda, Parlemen Peru Makzulkan Presiden

Jakarta – Hanya karena meeting dengan pebisnis China, Presiden Interim Peru, Jose Jeri, dimakzulkan parlemen. Jeri juga dituding merekrut wanita-wanita muda tanpa kualifikasi sebagai staf kepresidenan.

Dikutip dari The Guardian, Jeri dimakzulkan dengan suara mayoritas di Kongres pada Selasa (17/2): 75 anggota parlemen mendukung pemecatan, 24 menolak.

Padahal, di awal dirinya dipilih sebagai presiden menggantikan Presiden Dina Boluarte pada 10 Oktober 2025, mayoritas anggota parlemen mendukungnya.

Skandal ini dikenal dengan sebutan “Chifagate”. Sebutan ini merujuk pada rekaman kamera pengawas yang menunjukkan dirinya melakukan pertemuan di luar agenda resmi dengan pebisnis China.

Video memperlihatkan Jerí datang ke sebuah pertemuan dengan mengenakan hoodie, sesuatu yang dinilai sengaja menyembunyikan identitasnya.

Jeri berusia 39 tahun. Tingkat popularitas tinggi saat awal menjabatan. Dukungan publik runtuh setelah muncul skandal Chifagate. Partai politik yang semula mendukungnya berbalik arah dan mendesaknya mundur.

Menurut Ketua Sementara Kongres Peru, Fernando Rospigliosi, parlemen akan kembali menggelar pemungutan suara pada Rabu (18/2) untuk menentukan siapa pengganti Jeri sebagai presiden interim.

Posisi ini hanya untuk dua bulan, karena pada April akan digelar pemilihan presiden.

Tak sekadar dilengserkan. Jeri juga terancam dipidanakan. Jaksa telah membuka penyelidikan awal terkait dugaan praktik jual beli pengaruh yang dikaitkan dengan skandal pertemuannya dengan Yang “Johnny” Zhihua dan Ji Wu Xiaodong.

Jaksa menyoroti kehadiran warga Ji Wu Xiaodong yang dituduh terlibat dalam jaringan perdagangan kayu ilegal bernama Los Hostiles de la Amazonia. Dia juga sempat menjalani tahanan rumah selama dua tahun.

Jeri juga dituding melakukan perekrutan beberapa perempuan muda yang tidak memenuhi kualifikasi. Kabarnya, mereka memperoleh jabatan di pemerintahan setelah melakukan pertemuan larut malam di Istana Kepresidenan.

Dugaan ini berdasarkan catatan resmi keluar-masuk tamu istana. Beberapa di antara mereka bahkan disebut kerap menemani Jerí dalam perjalanan dinas menggunakan pesawat kepresidenan.

Jerí membantah seluruh tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa semua penunjukan dilakukan secara legal.

Kasus Jeri ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan China. Duta Besar AS yang baru untuk Peru, Bernardo Navarro, melontarkan kritik tajam terhadap China. (DW)

pemakzulan presiden
Comments (0)
Add Comment