Setelah Bank NTB Syariah, Bank Jatim Siapkan Dana Rp1 Triliun Gaet 4 BPD Lain Gabung KUB

Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim (bjtm) tengah gencar melakukan konsolidasi dengan sejumlah bank pembangunan daerah (BPD) melalui skema kelompok usaha bank (KUB). Setelah beberapa waktu lalu menandatangani MOU dengan Bank NTB Syariah, Bank Jatim tengah berkomunikasi dengan empat BPD lain untuk diajak bergabung.

“Sudah ada 4 BPD yang masih dalam proses komunikasi dan penjajagan dan ini terus berproses,” ungkap direktur Utama Busrul kepada Asianpost.id, Rabu 8 Maret 2023.

Busrul juga mengatakan, Bank Jatim akan menjadi bank jangkar bagi bank-bank daerah yang ada di wilayah Indonesia Timur. Untuk memuluskan rencana tersebut, perseroan bahkan sudah menyiapkan dana Rp1 triliun.

“Kita sudah siapkan dana untuk KUB itu sekitar Rp1 triliun, misalnya Rp1 triliun diabsorb semua, berapa CAR nya, kan kita sudah 24,35%, kalau kita ikut CAR kita jadi 22,25%, masih di atas ketentuan karena kami membatasi tidak kurang dari 20%,” ungkap Busrul.

Melalui KUB diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Bank Jatim sebagai induk atau bank Jangkar dapat mengembangkan bisnisnya. Sementara itu, di satu sisi, Bank Jatim dapat memberikan dukungan untuk instrumen transaksi bank-bank anggota KUB yang diharuskan regulator.

“Itu salah satu kolaborasi yang kita harapkan akan memberikan kontribusi kepada kedua belah pihak, karena prinsipnya kalau kita mengambil posisi sebagai PSP bisa kita lakukan, tetapi yang kita lakukan kerja sama sesuai lokal wisdom masing-masing BPD,” ungkap Busrul.

Sebelumnya, Bank Jatim melakukan penandatanganan MoU dengan Bank NTB Syariah pada 27 Februari 2023 dalam rangka pembentukan KUB. Bank Jatim akan menyetor modal secara bertahap hingga Rp100 miliar kepada Bank NTB Syariah. Pembentukan KUB ini salah satunya mengarah ke pemenuhan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12 tahun 2020 terkait pemenuhan modal inti BPD sebesar Rp3 triliun. (*) DF

Bank JatimBJTMBPDdana KUBKUB
Comments (0)
Add Comment