Najis! Ternyata, AS dan Israel Serang Iran Pakai Propaganda Palsu

Jakarta – Alasan Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran karena Negeri Mullah itu dituding mengembangkan senjata nuklir ternyata bohong belaka. AS dan Israel menggunakan propaganda palsu yang menjijikkan. Najis!

“Amerika dan Israel menuding Iran mengembangkan senjata nuklir. Ini jelas propaganda palsu,” tegas Analis Timur Tengah Faisal Assegaf kepada The Asian Post, Jumat (6/3).

Ada dua hal yang memastikan propaganda AS dan Israel itu palsu belaka.

Pertama, menurut Faisal, sejak Revolusi Iran 1979, imam pertama Iran Ayatullah Imam Khomeini mengeluarkan fatwa mengharamkan memproduksi senjata pemusnah massal, seperti senjara kimia, biologi, dan nuklir.

“Fatwa tersebut ditaati sampai sekarang, sampai Ayatullah Ali Khamenei meninggal kemarin. Makanya, isu nuklir itu jelas-jelas propaganda palsu,” ungkap Faisal.

Kedua, lanjut Faisal, terkait isu nuklir, Iran menunjukkan gestur yang baik. Mereka mau kerja sama untuk membuktikan ada tidaknya pengembangan senjata nuklir di sana. Iran memperbolehkan tim inspeksi datang. Dan, terbukti, tidak ditemukan produksi nuklir.

“Ini sama seperti ketika Amerika menyerang Irak yang saat itu dipimpin Saddam Husein. Presiden AS George Bush menuding Saddam memproduksi nuklir. Terbukti, tuduhan itu palsu,” tandasnya.

Iran memang menjadi target Amerika, karena dibanding negara-negara Islam di kawasan Teluk, Iran dinilai paling berani dan berbahaga bagi kepentingan AS dan Israel.

“Jika negara Islam lain sikapnya hanya pro-Palestina, Iran selain pro-Palestina juga anti-Zionis. Anti Israel, yang berarti juga anti-Amerika,” jelasnya.

Itulah mengapa, kata Faisal, Amerika akan menggunakan segala cara untuk menumbangkan Iran. Bahkan, Ayatullah Ali Khamenei sampai difitnah dengan isu sensitif.

“Khamenei dibilang tewas saat sarapan dengan para pemimpin Iran lain. Ini kan ndak mungkin. Di bulan Ramadhan kok sarapan,” tegasnya. (DW)

Ayatollah Ali KhameneiBenyamin NetanyahuDonald TrumpIsrael-Palestinakonflik iran-amerikaperang Israel-Iran
Comments (0)
Add Comment