KPP Geser Peran FLPP, BTN Salurkan Rp2,6 Triliun dan Dongkrak Profitabilitas

Jakarta – Kredit Program Perumahan (KPP) mulai menggeser dominasi Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebagai motor baru pertumbuhan kredit PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.

Hal ini tercermin dari realisasi penyaluran Rp2,6 triliun hingga akhir 2025 dengan margin yang lebih tinggi dan kontribusi signifikan terhadap profitabilitas perseroan.

Sepanjang 2025, BTN mencatatkan total kredit dan pembiayaan konsolidasian sebesar Rp400,57 triliun, tumbuh 11,9% year-on-year (yoy), dengan mayoritas disalurkan ke sektor perumahan.

Di tengah dominasi KPR Subsidi dan FLPP selama bertahun-tahun, kehadiran KPP sejak Oktober 2025 langsung mencatatkan posisi strategis dengan porsi hampir 50% dari total penyaluran KPP nasional.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menegaskan, KPP tidak hanya mendorong pertumbuhan volume kredit, tetapi juga memberikan nilai tambah dari sisi margin dibandingkan skema subsidi konvensional.

“KPP menjadi mesin baru untuk mendorong pertumbuhan kredit BTN serta menawarkan profitabilitas yang lebih baik karena marginnya yang lebih tinggi dibandingkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kami berharap program ini dapat menjadi solusi bagi wirausaha yang membutuhkan rumah yang sekaligus menjadi tempat usaha mereka,” tutur Nixon, saat konferensi pers paparan kinerja BTN Tahun 2025, Senin (9/2/2026).

Secara paralel, KPR Subsidi BTN tetap tumbuh 10% yoy menjadi Rp191,18 triliun. Sementara KPR Non-Subsidi meningkat 6,7% yoy menjadi Rp113,04 triliun.

Namun, struktur pertumbuhan kredit menunjukkan pergeseran bertahap. Dari ketergantungan pada skema FLPP ber-margin tipis menuju portofolio yang lebih seimbang antara fungsi sosial dan keberlanjutan bisnis.

Perubahan struktur tersebut berdampak langsung pada penguatan pendanaan dan likuiditas. Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasian BTN meningkat 14,6% yoy menjadi Rp437,39 triliun, ditopang pergeseran dana murah melalui kanal digital.

Bale by BTN Gerakkan Pertumbuhan DPK

Transaksi digital melalui Bale by BTN menjadi salah satu pendorong utama transformasi tersebut.

Jumlah pengguna Bale by BTN melonjak 66,1% yoy menjadi 3,7 juta, mendorong jumlah transaksi naik 79,2% yoy menjadi 2,21 miliar transaksi.

Sementara itu, nilai transaksi Bale by BTN mencapai Rp103,6 triliun, tumbuh 27,7% yoy. Kontribusi saldo pengguna Bale terhadap DPK BTN mencapai Rp22,8 triliun, naik 15,3% yoy.

“Nominal saldo rata-rata pengguna Bale lebih tinggi, sehingga turut mendorong pertumbuhan DPK BTN terutama transaksi dana murah. Kami akan terus mendorong pengembangan dan positioning Bale by BTN sebagai superapp yang menawarkan ekosistem terintegrasi untuk solusi transaksi keuangan keluarga. Baik yang terkait dengan kebutuhan perumahan maupun berbagai macam lifestyle lainnya,” ujar Nixon.

Dengan kombinasi KPP ber-margin lebih tinggi dan FLPP yang tetap menopang fungsi sosial perumahan rakyat, BTN menegaskan arah transformasi menuju model Beyond Mortgage yang lebih berkelanjutan.

“Dengan langkah Beyond Mortgage, BTN terus memantapkan aspirasinya untuk menjadi consumer bank yang memberikan solusi finansial terintegrasi bagi seluruh kebutuhan nasabah,” tutur Nixon. (*) Ranu Arasyki Lubis

BTNBTN Solusikinerja BTNlaba BTN
Comments (0)
Add Comment