GenKBiz, Strategi KB Bank Kembangkan Bisnis Startup Hijau Entrepreneur Muda

Jakarta- PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) memperkuat perannya dalam pengembangan entrepreneur muda berbasis keberlanjutan melalui program inkubasi bisnis GenKBiz Surabaya.

Program ini menyasar mahasiswa dan generasi muda dengan ide usaha inovatif, berdampak sosial, dan selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

GenKBiz menjadi bagian dari strategi KB Bank dalam mendorong terbentuknya ekosistem kewirausahaan yang berorientasi pada keberlanjutan dan penguatan ekonomi lokal.

Melalui GenKBiz, peserta tidak hanya memperoleh pembekalan bisnis dan pendampingan intensif, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan model usaha yang memiliki nilai komersial sekaligus kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Rangkaian GenKBiz Surabaya ditutup dengan final pitching. Jadi, para finalis mempresentasikan ide bisnis di hadapan dewan juri yang terdiri dari praktisi industri, akademisi, dan perwakilan KB Bank.

Penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek inovasi, dampak sosial dan lingkungan, keberlanjutan, serta kelayakan model bisnis.

Dari proses seleksi tersebut, dewan juri menetapkan tiga pemenang terbaik. Juara pertama diraih Nicole Olivia dari Universitas Surabaya melalui Dauroma. Dauroma adalah bisnis parfum ramah lingkungan yang mengolah limbah kulit buah menjadi produk extrait de parfum bernilai tinggi.

Dauroma mengusung konsep circular economy untuk menekan sampah organik sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi berkelanjutan.

Juara kedua diraih Farel Kamaludin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan Aither, startup climate tech yang mengembangkan alat pemurni udara berbasis bioteknologi mikroalga.

Inovasi ini dirancang untuk menangkap emisi karbon (CO₂) dan mengubahnya menjadi oksigen. Target pasar ialah B2B dan B2C sebagai solusi dekarbonisasi yang lebih efisien dibandingkan pemurni udara konvensional.

Sementara itu, juara ketiga diraih Cahyo Ilham dari Universitas Brawijaya melalui Capunglam. Capungalam adalah ekosistem pengelolaan sampah rumah tangga terintegrasi berbasis aplikasi digital, edukasi, dan layanan jemput sampah.

Capunglam menitikberatkan penyelesaian persoalan sampah dari sumbernya, khususnya sampah organik. Proses pengelolaan melalui pendekatan integrated farming seperti budidaya cacing serta penyaluran sampah anorganik ke mitra daur ulang.

Pengembangan Ekonomi Lokal

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie menegaskan bahwa GenKBiz merupakan wujud komitmen perseroan dalam mendorong lahirnya wirausaha muda berorientasi masa depan.

“KB Bank percaya bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan solusi bisnis yang relevan dengan tantangan masa depan. Melalui GenKBiz, kami ingin mendorong lahirnya wirausaha yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi lingkungan, sosial, dan pengembangan ekonomi lokal,” ujar Kunardy, dikutip Senin (26/1).

Ia menambahkan, ide-ide bisnis para pemenang mencerminkan implementasi konkret prinsip ESG yang sejalan dengan arah kebijakan KB Bank.

“Para pemenang GenKBiz menunjukkan bahwa bisnis berkelanjutan dapat dijalankan dengan model yang kuat dan memiliki potensi komersial. KB Bank berharap program ini dapat menjadi katalis bagi lahirnya pelaku usaha muda yang mampu tumbuh secara berkelanjutan dan berkontribusi positif bagi perekonomian nasional,” tambahnya.

KB Bank menilai para pemenang unggul karena menghadirkan inovasi yang relevan secara bisnis dan memiliki dampak sosial-lingkungan yang terukur. Didukung model usaha yang solid dan berpeluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

Ke depan, KB Bank menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengembangan kewirausahaan sebagai bagian dari kontribusi aktif perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (*) Ranu Arasyki Lubis

KB BankKB Bukopin FinanceKBFGKBstarKunardy Darma Lie
Comments (0)
Add Comment