Sorotan:
- Bupati Sambas, Satono kembali memperkuat infrastruktur penghubung antarwilayah di Jawai Selatan dengan meresmikan pembangunan Jembatan Bailey Ramayadi.
- Jembatan Bailey Ramayadi mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pesisir dan memudahkan wisatawan menuju kawasan Batu Lapak.
- Peresmian jembatan ini menjadi tonggak penting peningkatan akses dan konektivitas menuju destinasi wisata unggulan Sambas.
Sambas– Komitmen Pemerintah Kabupaten Sambas dalam memperkuat pembangunan infrastruktur kembali dibuktikan. Bupati Sambas, Satono, meresmikan Jembatan Penghubung Bailey Ramayadi di Desa Jawai Laut, Kecamatan Jawai Selatan, Selasa (13/1/2026).
Jembatan ini menjadi akses utama menuju objek wisata Batu Lapak, salah satu destinasi bahari unggulan di Kabupaten Sambas.
Peresmian jembatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi, unsur Forkopimda, para Kepala Perangkat Daerah, Camat Jawai Selatan, serta undangan terkait lainnya.
Kehadiran para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya infrastruktur ini bagi konektivitas wilayah dan pengembangan pariwisata daerah.
Bupati Satono menyampaikan, jembatan Bailey yang diresmikan memiliki panjang 24 meter, lebar 4 meter, serta kapasitas beban hingga 12 ton.
Dengan spesifikasi tersebut, jembatan kini sudah dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga memudahkan mobilitas masyarakat setempat.
“Dengan diresmikannya jembatan Bailey ini, akses masyarakat semakin lancar dan aman. Ini bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan pariwisata bagi warga Jawai Selatan,” ujar Satono.
Wisata Sambas Makin Terhubung
Pembangunan jembatan ini dinilai strategis karena Sambas memiliki potensi wisata bahari yang besar. Sebab, setiap tahun, terutama saat libur hari raya, sejumlah objek wisata di Kabupaten Sambas menjadi tujuan utama wisatawan dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Salah satu destinasi yang paling dikenal adalah Pantai Batu Lapak. Pantai ini menawarkan panorama alam yang masih alami, deretan bebatuan unik, serta suasana yang tenang dan damai.
Ikon utama Batu Lapak adalah sebuah batu besar yang menjulang tinggi, dengan bekas pijakan menyerupai jejak kaki raksasa di atasnya.
Menurut cerita masyarakat setempat, istilah “lapak” dalam bahasa Melayu Sambas berarti jejak atau bekas pijakan kaki. Legenda lokal menyebutkan bahwa jejak tersebut berasal dari manusia purba bertubuh raksasa pada masa lampau, meskipun sebagian meyakini fenomena tersebut merupakan proses alam.
Akses ke Pantai Batu Lapak dikenal memiliki jalur yang cukup menantang. Dari pusat Kota Sambas, perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam.
Setelah tiba di area pantai, pengunjung masih harus menanjak untuk dapat menikmati pemandangan batu lapak dan hamparan laut.
Dengan beroperasinya Jembatan Bailey Ramayadi, akses menuju kawasan wisata ini diharapkan semakin mudah dan aman.
Selain menikmati keindahan alam, wisatawan juga dapat mencicipi berbagai makanan dan minuman dengan harga terjangkau, termasuk kuliner khas Tionghoa yang tersedia di kawasan wisata Batu Lapak.
Satono menargetkan pembangunan infrastruktur seperti jembatan ini dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi lokal, mempercepat konektivitas antarwilayah, serta menjadikan pariwisata Sambas semakin kompetitif di tingkat regional. (*) RAL