Alhamdulillah! Perang Berakhir, AS – Israel Malu-malu Penuhi Syarat Iran

Headlights:

  • Perang Iran dengan AS-Israel berakhir setelah 10 hari.
  • Perang berhenti sementara, karena tak ada jaminan AS atau Israel tidak kembali melakukan serangan.
  • Penghentian serangan AS-Israel disinyalir akibat lonjalan harga minyak dunia yang sudah mencapai USD110 per barel.

Jakarta — Perang Iran melawan duet Amerika Serikat (AS) dan Israel berakhir setelah 10 hari. AS dan Israel dengan terpaksa dan malu-malu memenuhi syarat yang diajukan Iran: menghentikan serangan.

Ini bisa dibilang perang selesai sementara. Sebab, tak ada yang bisa menjamin AS atau Israel tidak lagi melakukan serangan. Bisa saja mereka sedang “buying time” untuk kemudian menyerang lagi, sama seperti ketika mereka tiba-tiba memulai serangan.

“Sejak pagi kemarin kita pantau sudah tidak ada lagi serangan dari Amerika dan Israel maupun dari Iran,” ujar Husein, dikutip The Asian Post dari program Indonesia Club Reborn, Rabu (11/3).

Penghentian serangan, kata Husein, adalah syarat yang disuarakan Iran jika AS dan Israel ingin Iran tak membombardir Tel Aviv dan pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara kawasan Teluk.

“Dalam 24 jam terakhir indikasinya perang akan berakhir, baik dari Trump, Netanyahu, maupun Ali Mohammad Naini,” ujarnya.

Dari gesture statemen Trump, kata Husein, mulai menyebut pencapaian-pencapaian selama 10 hari perang. Intinya, Trump ingin menyampaikan pesan bahwa mereka sudah menghancurkan Iran.

“Statemen Trump ingin menunjukkan bahwa kami sudah selesai, kami sudah berhasil,” ujarnya.

Hal yang sama, lanjut Husein, juga disampaikan oleh Netanyahu. “Dia bilang, pada dasarnya kami ingin membantu mengganti rezim. Tapi akhirnya kami kembalikan kepada rakyat Iran. Ketika rakyat tidak mau, ya sudah,” ujarnya.

Yang terakhir, kata Husein, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, mengungkapkan bahwa beberapa negara besar, seperti China, Perancis, dan Rusia, dan dia langsung memberikan syarat.

“Dia bilang, kalau memang ada mediator, ada itikad berhenti, kami siap, tapi syaratnya hentikan serangan. Dia yang pertama memberi syarat. Dalam tradisi internasional, yang pertama memberi syarat dialah pemenangnya,” tegasnya.

Dari indikasi-indikasi tersebut, kata dia, Amerika gagal mencapai tujuan awalnya. Meskipun dia mengklaim menang, namun banyak kontradiksinya. Di sisi lain, Iran mengajukan syarat. Dan sejak pagi kemarin sudah tidak ada lagi serangan-serangan.

Namun, kata dia, meski dari indikasi-indikasi tersebut perang bisa dikatakan sudah selesai, itu tidak menjamin juga. Sebab, berdasarkan tabiat Amerika dan Israel, bisa jadi kondisi saat ini hanya “buying time”.

“Saya sudah 12 tahun di Gaza, tahu persis tabiat Amerika dan Israel,” tandasnya.

Sikap Amerika dan Israel yang mengerem serangan, kata Husein, bisa jadi karena adanya tekanan dari negara-negara barat, serta tekanan ekonomi akibat melonjaknya harga minyak dunia yang mencapai 110 dolar AS per barel sejak konflik ini.

“Apalagi, Iran membuat ancaman unik, yakni menyilakan kapal dari negara-negara lain lewat Selat Hormuz dengan syarat usir Kedutaan Besar Amerika dan Israel dari negara-negara kalian,” tutupnya. DW

Amerika SerikatBenyamin NetanyahuDonald Trumpharga minyak duniaIranisraelperang AS-Israel dan Iran
Comments (0)
Add Comment