Connect with us

Menguji Algoritma “Open = Low” Pencopet Cuan, Hasilnya Gila!

Finance

Menguji Algoritma “Open = Low” Pencopet Cuan, Hasilnya Gila!

Jakarta — Algoritma “open = low” yang diperkenalkan Vier Abdul Jamal, praktisi pasar modal, cukup kontroversial. Pagi ini, The Asian Post Research melakukan uji-coba, hasilnya benar-benar mengejutkan.

Algoritma open = low adalah rumus untuk bermain saham jangka pendek (scalping) dengan hasil cuan. Rumus ini kali pertama dicetuskan oleh Vier yang telah malang-melintang di bursa saham selama 20 tahun lebih.

Rumus open = low digunakan untuk mendeteksi saham mana yang hari ini akan naik (hijau). Caranya, dengan melihat harga sebuah saham saat open market dan harga saham terendah (low) pada menit-menit pertama stock market dibuka pukul 09.00 WIB (premarket).

“Jika harga saat open dan harga terendah (low) sama, harga pasti akan naik,” ujar Vier Abdul Jamal, seperti dikutip dari chanel Hamdi Hassyarbaini, yang tayang Minggu, 21 Agustus 2022.

“Itu ilmu algoritma market maker. Ilmu yang mempelajari alur pikir logis seorang market maker. Pasti untung. Pasti naik. Itu aturan yang tak tertulis,” urai Vier.

Untuk menguji teori Vier, pagi ini, Senin, 22 Agustus 2022, The Asian Post Reseach (AP Research) memilih saham 45 emiten anggota LQ45 untuk dipelototi. Kenapa dipilih LQ45?

“Emiten anggota LQ45 adalah emiten dengan tingkat kredibilitas tinggi, karena telah memiliki jam terbang tinggi dengan market cap besar,” ujar Ateng A. Darmawijaya, Chief of Research AP Research.

Persis pukul 09.00 WIB, ketika pasar saham dibuka, terpantau ada enam emiten yang masuk radar “open = low”. Jadi, dari 45 emiten, sekitar 6% memenuhi syarat untuk diuji-coba.

Keenam emiten tersebut adalah INDF (Indofood Sukses Makmur, Tbk.), BRIS (Bank Syariah Indonesia, Tbk.), SMGR (Semen Indonesia (Persero), Tbk.), HMSP (HM Sampoerna, Tbk.), TOWR (Sarana Tower Nusantara, Tbk.), dan EMTK (Elang Mahkota Teknologi, Tbk.).

Hasilnya, sungguh mengejutkan: teori open = low sahih 100%! Benar-benar keren. Dari enam emiten yang memenuhi syarat, semuanya menghijau di menit-menit awal perdagangan.

Dalam catatan TA Research, INDF open/low di 6.550 naik 0,76% menjadi 6.600, BRIS open/low di 1.605 naik 2,49% menjadi 1.645, SMGR open/low di 6.575 naik 0,76% menjadi 6.625, HMSP open/low di 915 naik 0,55% menjadi 920, TOWR open/low di 1.200 naik 0,84% menjadi 1.205, dan EMTK open/low di 1.900 naik 0,26% menjadi 1.905.

Perlu dicatat, kenaikan tersebut terjadi di menit-menit awal perdangangan. Dalam beberapa menit kemudian, angkanya sangat mungkin berubah. Bisa naik lagi, bisa juga turun.

Jadi, trader yang ingin menerapkan strategi ini harus melototi monitor stock market di awal-awal open market, dan putuskan segera sell jika harga sudah naik.

Sebagai disklamer juga, teori ini sangat mungkin terjadi bias deviasi dalam prakteknya. Sebab, tak ada strategi bermain saham yang sempurna. Semua tergantung pada masing-masing trader. (*)

Editor: Darto Wiryosukarto

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Finance

Most Popular