Connect with us

Klik Go ‘Tantang’ Gojek-Grab, Ini Perbedaannya

(Foto: Istimewa)

Regional

Klik Go ‘Tantang’ Gojek-Grab, Ini Perbedaannya

THE ASIAN POST, JAKARTA ―

Jakarta (ANTARA) – Aplikasi penyedia transportasi daring, Gojek dan Grab, bakal memiliki ‘penantang’ baru.

Aplikasi rintisan Klik Go besutan Pengusaha Transportasi Nasional Indonesia (Aptrindo)  hadir untuk mematahkan dominasi Gojek dan Grab sebagai pemimpin pasar aplikasi transportasi daring selama ini.

Ketua Umum Aptrindo Surya Putra mengatakan, Klik Go adalah aplikasi karya anak bangsa yang akan dikembangkan dari Sabang sampai Merauke.

“Klik GO adalah salah satu aplikasi karya anak bangsa. Kenapa ini tidak kita angkat,” katanya di Jakarta, Kamis (25/4).

Surya menegaskan, pihaknya akan mendukung pengembangan lebih jauh dengan Klik GO untuk lebih mengakomodir kebutuhan pengusaha dan memperbesar serapan tenaga kerja.

Direktur Utama Klik GO Yayan Sofyan mengatakan, untuk menembus pasar pihaknya akan menawarkan lebih dari sekedar jasa transportasi.

Sebab, katanya, Klik GO bukan sekadar jasa aplikasi jasa transportasi semata.

“Itu hanya salah satu yang kami sediakan, sedangkan konsepnya Klik GO akan hadir sebagai aplikasi penghasilan tambahan, tidak ada kejar target dan sebagainya,” ujar Yayan.

Dijelaskan Yayan, aplikasi Klik GO juga mengusung konsep media sosial yang memberikan penghasilan tambahan.

Jadi, selain menjadi penyedia jasa, aktivitas pengguna media sosial Klik GO juga bisa memberikan penghasilan.

Rinciannya, registrasi 10 poin, unggah foto 5 poin, memberikan like 3 poin, komentar 5 poin, dan follow 1 poin.

Poin tersebut bernilai 1 poin sama dengan 1 rupiah. Poin tersebut bisa ditukarkan dengan berbagai layanan dalam aplikasi Klik GO, mulai dari pembayaran transport, makanan, pulsa hingga beras.

Sedangkan tokoh pengusaha wanita Dewi Motik Pramono, yang turut hadir mengatakan konsep Klik GO juga mengandung unsur koperasi yang menurutnya mempunyai konsep syariah.

“Koperasi itu sebetulnya, sorry ya, kalau kita bahas syariah, sebetulnya koperasi itu syariah, untung bagi rata, rugi bagi rata,” kata Dewi. []

Continue Reading
Advertisement
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Regional

Most Popular